Sabtu, 07 Januari 2017

pengertian infusa

Infus adalah sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi simplisia nabati dengan air pada suhu 90 derajat celcius selama 15 menit. 

 Pembuatan Campur Simplisia dengan derajat halus yang sesuai dalam panci dengan air secukupnya, panaskan di atas tangas air selama 15 menit terhitung mulai suhu mencapai 90O C sambil sekali-sekali diaduk. Serkai selagi panas melalui kain flanel, tambahkan air panas secukupnya melalui ampas hingga diperoleh volume infus yang dikehendaki.
            Infus Daun Sena dan infus simplisia yang mengandung minyak atsiri, diserkai setelah dingin. Infus Daun Sena, infus Asam Jawa dan infus simplisia lain yang mengandung lendir tidak boleh diperas. Asam Jawa sebelum dibuat infus dibuang bijinya dan diremas dengan air hingga diperoleh masa seperti bubur, buah adasmanis dan buah adas harus dipecah dahulu.
            Pada pembuatan infus Kulit Sena ditambahkan larutan asam sitrat P 10% dari bobot bahan berkhasiat. Pada pembuatan infus simplisia yang mengandung glikosida antrakinon, ditambahkan larutan natrium karbonat P 10% dari bobot simplisia. Kecuali dinyatakan lain, dan kecuali untuk simplisia yang tertera di bawah, infus yang mengandung bukan bahan berkhasiat keras, dibuat dengan menggunakan 10% simplisia. Untuk pembuatan 100 bagian infus berikut, digunakan sejumlah yang tertera.
 
Sumber by:  https://wailineal.blogspot.co.id/2013/02/infusa-infus-dekokta-dan-simplisia_7248.html

Jumat, 06 Januari 2017

materi semen

1.ARECAE SEMEN
Nama Lain                               : Biji pinang,Jambe
Nama Tanaman Asal               : Areca catechu
Keluarga                                   : Arecaceae
Zat Utama/Isi                          : Alkaloid berupa arecolin,tannin,lemak
Penggunaan                             : Memperkecil pupil mata,obat cacing (altelmintik)
Cara pengolahan                     : a. Untuk memperkecil pupil mata
Untuk hal ini biji pinang biasanya dikunyah dan ditelan  airnya
                                                 b. Untuk mengobati cacing
                                                Rebuslah biji pinang muda hingga mendidih.
Airnya kemudian dibiarkan dingin lalu disaring lalu diminum.
  c. Untuk pengobatan luka
  Daging buah pinang yang masih muda ditumbuk hingga
Halus kemudian ditempelkan pada bagian yang luka.

2.COFFEAE SEMEN
Nama Lain                               : Biji kopi
Nama Tanaman Asal                : Coffea robusta Linden ex de Wildem disebut juga  Coffea canephora piere ex froehner varietas Robusta dan beberapa spesies Coffea lain.
Keluarga                                   : Rubiaceae
Zat Utama/Isi                                      : Kofein,Sitosterin,Stigmasterin,kolin dan zat penyamak
Penggunaan                             :Penawar racun (antidotum),penurun panas (antipiretik),   peluruh air seni (diuretic),obat luka
Cara prngolahan                      : a. Penawar racun
 Dipakai ± 5 gram biji kopi,disaring dan ditumbuk sampai halus,
Diseduh dengan ½ air panas,kemudian disaring,lalu diminum.
                                                  b. Sebagai antiseptik,diuretic
 Biji kopi hanya perlu dibuat menjadi minuman.
                                                  c. Obat luka
 Biji kopi ditumbuk hingga halus. Serbuk kopi kemudian
 ditaburkan di bagian tubuh yang luka.

3.COLAE SEMEN
Nama Lain                              : Biji kola
Nama Tanaman Asal               : Beberapa spesies cola a.l : Cola Nitida dan Cola acuminate (Schott et. Endl.)
Keluarga                                  : Sterculiaceae
Zat Utama/Isi                          : Kofeina, sebagian bebas dan sebagian terikat dengan zat
  penyamak sebagai kolatin dan kolatein Theobromina, zat
  penyamak, kolalipase,kolaoksidase, zat warna merah kola
Penggunaan                             : Minuman yang menyegarkan seperti halnya dengan teh,
  kopi,guarana dan lain-lainnya karena berisi kofeina
Sediaan                                   : Cola Extractum – F.I
Cara pengolahan                     : a. Obat sakit kepala
 Dipakai ± 5 gram biji kola,disaring dan ditumbuk sampai halus,
Diseduh dengan ½ air panas,kemudian disaring,lalu diminum.
                                                  b. Biji kola dibuat menjadi minuman yang menyegarkan
                                                  c. Biji kola dibuat menjadi infus dengan memanaskan pada suhu
90  ̊selama kurang lebih 15 menit.
4.CUCURBITAE SEMEN
Nama Lain                              : Biji labu merah
Nama Tanaman Asal               : Cucubita moschata (Duchesne)
Keluarga                                  : Cucurbitaceae
Zat Utama/Isi                          : Minyak lemak yang aktif, pada pengobatan cacing pita belum diisolir, tetapi mungkin terdapat dalam embrio dan selaput hijaunya
Penggunaan                             : Obat cacing pita,diberikan sebagai emulsa segar
Cara pengolahan                     : a. Sebagai obat cacing pita
Sekitar 500-800 biji labu merah segar tanpa kulit dijadikan   emulsi kemudian diminum bersama dengan obat pencahar setelah ditambahkan air.
5.FOENIGRAECI SEMEN
Nama Lain                              : Biji klabet
Nama Tanaman Asal              : Trigonella foenumgraecum (L)
Keluarga                                  : Papilionaceae
Zat Utama/Isi                          : Minyak atsiri,alkaloida trigonelin,lender,minyak lemak
Penggunaan                             : Karminativa,tonikum,bahan pewangi
Cara pengolahan                     : a. Pelancar ASI
Bji klabet direbus kemudian diambil airnya kemudian diminum
                                                  b. Obat kanker dan tonikum
Biji klabet ditumbuk hingga halus kemudian dimasukkan ke  dalam
kapsul dan dikumsumsi dengan dosis berkisar 1-6 gram sehari
c. Pencengah rambut rontok
5gram klabet dicampurkan dengan 100 ml minyak kemiri. Dibuat infus,diamkan selama 1 malam kemudian diendap tuangkan. Setelah itu dioleskan pada rambut dan kulit kepala seperti minyak rambut.

6.MYRISTICAE SEMEN
Nama Lain                              : Pala,Nutmeg,Nux Moschata
Nama Tanaman Asal               : Myristica fragrans (Houtt)
Keluarga                                  : Myristicaceae
Zat Utama/Isi                          : Minyak atsiri yang mengandung miristin (bersifat membius), kamfer, minyak lemak (terutama berupa gliserida dari asam miristim, asam oleat dan asam linoleat, zat putih telur)
Penggunaan                             : Bahan pewangi, Karminativa, stimulansia setempat terhadap salufan pencernaan, miristim berkhasiat membius, menyebabkan rasa kantuk dan memperlambat pernapasan.
Cara pengolahan                     : a. Bahan pewangi masakan
Biji pala ditumbuk kemudian dimasukkan kedalam masakan.
                                                  b. Stimulansia saluran
Seduh 1 sdk pala halus dengan beberapa sdk garam halus dalam 1 galas air hangat. Aduk rata dan minum selagi hangat berserta ampasnya.
 c. Karminativa
 Siapkan 100 ml air hangat,campur dengan 1 sdk pala halus dan 2
sdk bubuk buah pisang.minum beserta ampasnya selagi
hangat.Sebaiknya pengobatan diulangi sampai sembuh.

7.MYRISTICAE ARILUS
Nama Lain                              : Kembang pala
Nama Tanaman Asal               : Myristica fragrans (Houtt)
Keluarga                                  : Myriscaceae
Zat Utama/Isi                          : Minyak Atsiri terutama miristim, kamfer, euganol, minyak lemak
Persyaratan Kadar                   : Kadar minyak atsiri tidak kurang dari 9% v/b
Penggunaan                             : Karminativa,aromatic,parfum kosmetika.
Cara pengolahan                       : a. Kembang pala dicampurkan dalam masakan, dapat digunakan
 sebagai karminativa sekaligud aromatikum
   b. Kembang diambil ekstraknya untuk dibuat parfum dan kosmetik

8.MYRISTICAE PERICARPIUM SEMEN
Nama Lain                              : Kulit biji pala
Nama Tanaman Asal               : Myristica fragrans (Houtt.)
Keluarga                                  : Myristicaceae
Zat Utama/Isi                          : Minyak atsiri terutama yang mengandung monofen (kamfer), euganol, miristin, isoegenol,minyak lemak
Penggunaan                             : Karminativa,aromatic
Cara pengolahan                     : a. Nyeri haid. Ambil ½ sdt pala halus, 2 cm kunyit, 6 butir ketumbar, 1 buah cengkeh dan satu gelas air. Campur semua bahan dan rebus dengan api kecil sampai airnya tinggal setengah. Saring dan minum selagi hangat

9.NIGELLAE DAMASCENAE SEMEN
Nama Lain                              : Biji jinten hitam manis
Nama Tanaman Asal               : Nigella damascene
Keluarga                                  : Ranunculaceae
Zat Utama/Isi                          : Minyak atsiri
Penggunaan                             : Karminativa
Cara pengolahan                     : a. Karminatif : Biji jinten hitam manis di tumbuk hingga halus lalu di tambahkan 4 sendok air masak lalu diperas dan di saring.
Airnya di min um pagi dan sore secara teratur.

10.NIGELLAE SATIVA SEMEN
Nama Lain                              : Biji jinten hitam manis
Nama Tanaman Asal               : Nigella sativa (L.)
Keluarga                                  : Rununculaceae
Zat Utama/Isi                          : Minyak atsiri dan minyak lemak
Penggunaan                             : Stimulan,Karminativa,Diaforetika
Cara pengolahan                     : a. Karminatif : Biji jinten hitam manis di tumbuk hingga halus lalu di tambahkan 4 sendok air masak lalu diperas dan di saring.
Airnya di min um pagi dan sore secara teratur.

11.PARKIAE SEMEN
Nama Lain                              : Biji kedawung,Biglobosae Semen
Nama Tanaman Asal               : Parkia roxburghii (G.Don) atau Parkia Biglobosa (Betha)
Keluarga                                  : Mimosaceae
Zat Utama/Isi                          : Glukosa dan dammar,hidrat arang,tannin,garam,alkali
Penggunaan                             : Antidiare,Adstigen
Cara pengolahan                     : a. Anti diare : biji kedawung digoreng tanpa minyak (disangrai), namun dijaga agar biji itu tak jadi arang. Gorengan biji ini dikupas kulitnya dan dimakan. boleh ditumbuk dulu, sebelum ditelan sekaligus, sebanyak 1 sendok teh.
b.      Adstringen : Untuk mengobati diare akibat infeksi kuman, gorengan biji dimakan tanpa dikupas.

12.STRYCHNI SEMEN
Nama Lain                              : Biji strini
Nama Tanaman Asal              : Strychnos nux – vomica
Keluarga                                  : Loganiaceae
Zat Utama/Isi                          :Alkaloida terutama strichnina dan brusina,minyak lemak,glukosid loganin
Persyaratan Kadar                   : Kadar strichina tidak kurang dari 1,2%
Penggunaan                             : Amara, Stimulansia, Antidota (pada keracunan Obat tidur dari  golongan barbibuta)
Cara pengolahan                     : a . Amara : Cuci bersih dan potong –potong biji strihni, rebus dengan air 1 liter hingga tinggal tersisa 2 gelas, disaring, + madu dewa, diminum 3x sehari sampe sembuh.
b. Antidota : Biji direbus dengan 2 gelas air hingga mendidih sampai menjadi 1 gelas lalu diminum sekaligus.
c.       Strimulansia : biji strihni segar 1genggam; Air 1 gelas, Direbus hingga memperoleh cairan 1/2 gelas, Diminum setiap hari 2 kali dan tiap kali minum 1/2 gelas.

FARMASI KREATIF




PROPOSAL

PROJECT WORK

SIRUP KENCUR

Unit kerja               : SMK FARMASI SURABAYA / SMF SURABAYA

Keahlian                 : Kefarmasian

Progam Keahlian   : Farmasi

Kode                      : Far.PW03.24

Alokasi Waktu       : 200 Jam

Nomer Peserta                   : 4510 / 1427.079
Nama Peserta                     : Aunur Aini Maysita Dwisila 


JUDUL PROYEK

RUPCUR
Sirup kencur
 
            Surabaya, 12 November 2016
                                                                      Peserta,


                                                             Aunur Aini Maysita Dwisila

Mengetahui:
Kepala Sekolah                                                                                  Guru pembimbing



Hari Subagio,S.PD                                                                       Ambar Boewana , S. Sos, MM




I.                  LATAR BELAKANG

Indonesia kaya akan sumber bahan obat tradisional yang telah digunakan oleh sebagian besar rakyat Indonesia secara turun temurun. Keuntungan penggunaan obat tradisional adalah antara lain karena bahan bakunya mudah diperoleh dan harganya murah. Delapan puluh persen penduduk Indonesia hidup di pedesaan, di antaranya sukar dijangkau oleh obat modern dan tenaga medis karena masalah distribusi, komunikasi dan transportasi disamping itu daya beli yang relatif rendah menyebabkan masyarakat pedesaan kurang mampu mengeluarkan biaya untuk pengobatan modern, sehingga masyarakat cenderung memilih pengobatan secara tradisional. Obat tradisional mempunyai makna yang sangat penting karena di samping ketidakmampuan masyarakat untuk memperoleh obat-obat modern, juga karena obat tradisional adalah obat bebas yang dapat diperoleh tanpa resep dokter (Pudjarwoto et al, 1992).
Menurut Ratna (1994) di Indonesia, tanaman obat terdapat dalam jumlah berlimpah baik jumlah maupun jenisnya. Kemampuan antimikroba minyak essensial tanaman obat dan rempah seringkali lebih tinggi dibandingkan bahan pengawet kimia Selain itu, satu ekstrak tanaman dapat mengandung satu macam atau lebih senyawa antimikroba. Komponen aktif yang berperan sebagai obat adalah zat-zat kimia yang terkandung di dalam ramuan obat tersebut. Secara kemoterapi, komponen-komponen tersebut antara lain dapat berperan sebagai absorben, astringen, spasmolitik, anti bakteri, suportif dan sebagainya (Pudjarwoto et al, 1992).
Salah satu tanaman obat yang berkhasiat sebagai obat tradisional yang sering digunakan oleh masyarakat adalah Kencur (Kaempferia galanga L.). Kencur (Kaempferia galanga L.) banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional (jamu), fitofarmaka, industri kosmetika, penyedap makanan dan minuman, rempah, serta bahan campuran saus pada rokok pada industri rokok kretek. Secara empirik kencur digunakan sebagai penambah nafsu makan, infeksi bakteri, obat batuk, disentri, tonikum, ekspektoran, masuk angin sakit perut. Minyak atsiri didalam rimpang kencur mengandung etil sinamat dan metil p-metoksi sinamat yang banyak digunakan didalam industri kosmetika dan dimanfaatkan sebagai obat asma dan anti jamur. Banyaknya manfaat kencur memungkinkan pengembangan pembudidayaannya dilakukan secara intensif yang disesuaikan dengan produk akhir yang diinginkan. Produksi, mutu dan kandungan bahan aktif di dalam rimpang kencur ditentukan oleh varietas yang digunakan, cara budidaya dan lingkungan tempat tumbuhnya. Oleh sebab itu dukungan teknologi sangat diperlukan agar pengembangan usaha kencur dapat membantu
meningkatkan  kesejahteraan petani tanaman obat.
Dilakukannya pembudidayaan tanaman kencur selain sebagai saran untuk menjaga kesehatan, sarana penghijauan, pelestarian alam, perbaikan gizi, serta sebagai sarana penyebran gerakan penghijauan dan keindahan lingkungan.
Dengan demikian kekhawatiran terhadap tingginya biaya dan harga obat-obatan kimia, serta banyaknya efek samping yang ditimbulkan. Sudah saatnya kita lebih mengenal dan memanfaatkan lagi tanaman herbal. Pengobatan dengan bahan alam yang ekonomis merupakan solusi terbaik untuk menggulangi masalah tersebut.
Oleh karena itulah perlu dilakukan strategi pembudidayaan tanaman berkhasiat obat agar dapat bersaing dengan obat-obatan kimia yang ada dan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat akan khasiat dan manfaat dari tanaman obat tersebut sehingga pengunannya sebagai obat-obatan pun semakin meningkat. Salah satu pengembangan tanaman obat itu bisa dimulai melalui pembudidayaan di lingkungan sekolah, rumah atau yang dikenal dengan tanaman obat keluarga.
Bankyaknya manfaat kencur memungkinkan pengembangan pembudidayaan tanaman ini. Pembudidayaan tanaman herbal dalam hal ini kencur dapat ditanam baik di halaman rumah, kebun, ataupun ladang dan lingkungan sekolah.


II.               KEUNGGULAN DAN FUNGSI PRODUK


1.1  Keunggulan

1.      Praktis
a)      Mudah didapatkan
b)      Mudah digunakan
c)      Mudah dibawa

2.      Harga terjangkau

1.2  Fungsi

1.      Memiliki khasiat yang banyak dibutuhkan masyarakat
a)      Menghangatkan tubuh
b)      Mengatasi masuk angin
c.)     Mengobati mulas pada perut
d.)    Mengobati radang lambung
e.)    Mengobati keseleo


III.           SKETSA / GAMBAR KERJA

                 1. Penyiapan
                 2. Penimbangan
                 3. Proses Pembuatan
                 4. Penyimpanan
                 5. Pengemasan
                 6. Penjualan





IV.            BAHAN 

NO
NAMA BAHAN
SPESIFIKASI / GOL OBAT
JUMLAH
INDIKASI
1
Kencur
Rhizoma
50 gram
Karminativa, stimulansia, ekspektoransia, diaforetika
2
Kayu manis
Cortex
100 gram
Zat untuk memperbaiki aroma
3
Gula
Gula ku
25gram
Zat tambahan
4
Air
Aquadest
1500 ml
Zat pelarut
5
Asam jawa
Fructus
15 gram
Anti sariawan
6
Jahe
Rhizoma
100 gram
Karminativa, diaforetika, stimulansia







             

















V. FASILITAS

NO
NAMA
SPESIFIKASI
JUMLAH
SATUAN
1.
Kompor
Delizia
1
Unit
2.
Panci 
Kedaung subur
1
Unit
3.
Pisau
Kiwi brand stainless
1
Unit
4.
Gelas
Kedaung subur
1
Unit
5.
Sendok sayur
Kedaung subur
1
Unit
6.
Sendok
Walco stainless
1
Unit
7.
Baskom
Maspion
1
Unit
8.
Saringan
Lion star
1
Unit
9.
Printer
Canon E400
1
Unit
10.
Gunting
M200 stainless
1
Unit

  
 
VI.           DAFTAR RENCANA PROYEK WORK

            Bidang Pekerjaan       : Farmasi  (Farmakognosi)
Judul Proyek               : Sirup kencur

NO
KOMPETENSI / SUBKOPETENSI
KRITERIA UNJUK KERJA
ASPEK
BUKTI BELAJAR






1






Menbuat sediaan 






a.       Membedakan sirup kencur asli / palsu
b.      Menghitung total harga sirup kencur
c.       Menyiapkan menimbang dan membuat sirup kencur
d.      Menyimpan sediaan sirup kencur
e.       Mengemas dan mengetiketi sediaan sirup kencur
f.       Memasarkan dan menjual sirup kencur ke pasaran






Keterampilan (untuk kerja)






Hasil berupa sediaan sirup kencur



VII.        PROSES PRODUKSI

1. Didihkan 1,5 liter air, masukkan kencur kering, jahe dan kayu manis aduk hingga mendidih dan air berkurang, kemudian angkat lalu disaring
2. Menambahkan gula, asam jawa aduk hingga tercampur merata, lalu dinginkan
3. Dinginkan sirup, kemudian simpan kedalam lemari es 

4. Tuangkan kedalam wadah botol



VIII.    RENCANA ANGGARAN BIAYA

Harga bahan:

NO
NAMA BAHAN
JUMLAH
HARGA SATUAN (Rp)
1
Kencur
50 gram
Rp. 2.000
2
Kayu manis
100 gram
Rp. 3.000
3
Gula
25 gram
Rp. 1.000
4
Air
1500 ml
Rp. 2.000
5
Jahe
100 gram
Rp. 2.000
6
Asam jawa
15 gram
Rp. 2.000
7
Botol
1 buah
Rp. 6.000
8
Kemasan
1 buah
Rp. 5.000

HARGA TOTAL
(RP)
Rp. 23.000

Upah kerja                             :
1.      Ongkos peracikan      : Rp. 3.000
      Harga jual                              :
1.      Harga bahan  +  Harga kerja = Rp. 23.000 + Rp. 3.000 = Rp. 26.000


IX.           SASARAN PASAR / PENGGUNA


1.      Masyarakat

a.       Orang Tua
b.      Remaja
c.       Anak – anak

2.      Pasar

a.       Pasar  Tradisional
b.      Pasar  Swalayan

3.      Toko

a.       Toko Obat
b.      Toko Jamu
c.       Kios


X.               JADWAL PELAKSANA


NO

KEGIATAN

OKTOBER


NOVEMBER
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Rancangan kerja






2
Gambar kerja







3
Proses produksi






4
Laporan



5
Presentasi








XI.           PENUTUP

Demikian proposal ini kami susun untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.  Dokumen dalam proposal, disusun bagi wirausahawan untuk membangun tempat produksi sirup dengan bahan utama kencur. Kami berharap proposal ini bisa mendorong masyarakat untuk mengetahui khasiat dari kencur dan bahan obat tradisional lainnya.
Diharapkan dengan adanya proyek ini masyarakat dapat mengenali dan mempermudah dalam membuat variasi minuman tradisional yang dapat diterima baik oleh masyarakat dan bernilai jual tinggi. Untuk itu kami mohon bantuan dari Bapak/Ibu agar proposal yang kami buat ini dapat diterima dengan baik sekaligus dapat digunakan sebagai pertimbangan.
Atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan terima kasih.